hacked by pM99
.:: hacked by pM99. ::.
...D0wn Y0ur System | Israe1 g0 t0 He1l ...


===========================================================================
===========================================================================

.:: ./hacked by pM99 ::.
Rabu, 10 Oktober 2012

pengertian bakteri

A. PENGERTIAN BAKTERI.. Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil). Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari di tanah, di air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun yang ekstrim. Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat sisa metabolisme. Ciri-Ciri Bakteri : - Umumnya tidak berklorofil - Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen - Bentuknya beraneka ragam - Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron - Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot - Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel) - Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan Manfaat/Kegunaan Bakteri Yang Menguntungkan Bagi Kehidupan : 1. Membantu menyuburkan tanah dengan menghasilkan nitrat 2. Pengurai sisa makhluk hidup dengan pembusukan 3. Fermentasi dalam pembuatan makanan dan minuman 4. Penghasil obat-obatan seperti antibiotik 5. Mengurai sampah untuk menghasilkan energi 6. Membantu dalam pembuatan zat-zat kimia, dll Dampak Buruk Bakteri Yang Merugikan Bagi Kehidupan Manusia: 1. Menyebabkan penyakit bagi makhluk hidup termasuk manusia (bakteri parasit/patogen) 2. Membusukkan makanan yang kita miliki 3. Merusak tanaman dengan serangan penyakit yang merugikan (bakteri parasit/patogen) 4. Menimbulkan bau yang tidak sedap hasik aktivitas pembusukan 5. Membuat tubuh manusia kotor dipenuhi bakteri yang mengakibatkan bau badan Berdasarkan bentuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu: • Kokus (Coccus) adalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut: o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal o Diplococcus, jka berganda dua-dua o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujur sangkar o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus o Staphylococcus, jika bergerombol o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai • Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai • Spiral (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut: o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran (bentuk koma) o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran o Spirochete, jika lengkung membentuk struktur yang fleksibel. Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium, dan usia. Walaupun secara morfologi berbeda-beda, bakteri tetap merupakan sel tunggal yang dapat hidup mandiri bahkan saat terpisah dari koloninya. A.STRUKTUR DASAR BAKTERI Struktur dasar bakteri dapat mencakup : 1. Dinding Sel 2. Membran Plasma 3. Sitoplasma / Cairan Sel 4. Ribosom 5. Granula - Penyimpanan cadangan makanan Selain bagian-bagian pokok sel bakteri juga terdapat tambahan seperti : 1. Flagell / alat gerak untuk melakukan pergerakan. 2. Klorosom - Pada bakteri yang melakukan fotosintesis. 3. Vakuola - Gas pada bakteri yang hidup di air. 4. Plus & Fimbria - Rambut halus pada dinding sel. 5. Lapisan Kapsul / Lendir - Lapisan yang melapisi tubuh bakteri. 6. Endospora - Bakteri masa dorman yang mati suri yang dapat bengkit kembali dalam kondisi yang menguntungkan. C.ALAT GERAK PADA BAKTERI.. Bakteria umumnya dapat bergerak dengan bantuan alat gerak yang ada pada tubuhnya menuju tempat-tempat yang menguntungkan dan menghindari tempat-tempat yang merugikan. Jenis-jenis / macam-macam alat gerak pada organisme bakteri : 1. Atrik : bakteri yang tidak mempunyai flagel / alat gerak 2. Monotrik : bakteri yang mempunyai satu flagel / alat gerak pada salah satu ujung tubuhnya. 3. Lofotrik : bakteri yang memiliki sejumlah flagel / alat gerak pada satu ujung tubuh bakteri. 4. Amfitrik : bakteri yang mempunyai sejumlah flagel / alat gerak pada kedua ujungnya. 5. Peritrik : bakteri yang mempunyai flagel / alat gerak pada seluruh permukaan tubuhnya. REPRODUKSI BAKTERI Bakteri tidak mengalami mitosis dan meiosis. Hal ini merupakan perbedaan penting antara bakteri (prokariot) dengan sel eukariot. Reproduksi. Bakteri mengadakan pembiakan dengan dua cara, yaitu secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan, sedangkan pembiakan seksual dilakukan dengan cara transformasi, transduksi , dan konjugasi. Namun, proses pembiakan cara seksual berbeda dengan eukariota lainnya. Sebab, dalam proses pembiakan tersebut tidak ada penyatuan inti sel sebagaimana biasanya pada eukarion, yang terjadi hanya berupa pertukaran materi genetika (rekombinasi genetik). Berikut ini beberapa cara pembiakan bakteri dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri. a. Rekombinasi Genetik Adalah pemindahan secara langsung bahan genetic (DNA) di antara dua sel bakteri melalui proses berikut: 1. Transformasi Transformasi adalah perpindahan materi genetik berupa DNA dari sel bakteri yang satu ke sel bakteri yang lain. Pada proses transformasi tersebut ADN bebas sel bakteri donor akan mengganti sebagian dari sel bakteri penerima, tetapi tidak terjadi melalui kontak langsung. Cara transformasi ini hanya terjadi pada beberapa spesies saja, . Contohnya : Streptococcus pnemoniaeu, Haemophillus, Bacillus, Neisseria, dan Pseudomonas. Diguga transformasi ini merupakan cara bakteri menularkan sifatnya ke bakteri lain. Misalnya pada bakteri Pneumococci yang menyebabkan Pneumonia dan pada bakteri patogen yang semula tidak kebal antibiotik dapat berubah menjadi kebal antibiotik karena transformasi. Proses ini pertama kali ditemukan oleh Frederick Grifith tahun 1982. 2. Transduksi Transduksi adalah pemindahan materi genetik bakteri ke bakteri lain dengan perantaraan virus. Selama transduksi, kepingan ganda ADN dipisahkan dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima oleh bakteriofage (virus bakteri). Bila virus – virus baru sudah terbentuk dan akhirnya menyebabkan lisis pada bakteri, bakteriofage yang nonvirulen (menimbulakan respon lisogen) memindahkan ADN dan bersatu dengan ADN inangnya, Virus dapat menyambungkan materi genetiknya ke DNA bakteri dan membentuk profag. Ketika terbentuk virus baru, di dalam DNA virus sering terbawa sepenggal DNA bakteri yang diinfeksinya. Virus yang terbentuk memiliki dua macam DNA yang dikenal dengan partikel transduksi (transducing particle). Proses inilah yang dinamakan Transduksi. Cara ini dikemukakan oleh Norton Zinder dan Jashua Lederberg pada tahun 1952. 3. Konjugasi Konjugasi adalah bergabungnya dua bakteri (+ dan –) dengan membentuk jembatan untuk pemindahan materi genetik. Artinya, terjadi transfer ADN dari sel bakteri donor ke sel bakteri penerima melalui ujung pilus. Ujung pilus akan melekat pada sel peneima dan ADN dipindahkan melalui pilus tersebut. Kemampuan sel donor memindahkan ADN dikontrol oleh faktor pemindahan ( transfer faktor = faktor F ) b. Pembelahan Biner Pada pembelahan ini, sifat sel anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel induknya. Pembelahan biner mirip mitosis pada sel eukariot. Badanya, pembelahan biner pada sel bakteri tidak melibatkan serabut spindle dan kromosom. Pembelahan Biner dapat dibagi atas tiga fase, yaitu sebagai berikut: 1. Fase pertama, sitoplasma terbelah oleh sekat yang tumbuh tegak lurus. 2. Fase kedua, tumbuhnya sekat akan diikuti oleh dinding melintang. 3. Fase ketiga, terpisahnya kedua sel anak yang identik. Ada bakteri yang segera berpisah dan terlepas sama sekali. Sebaliknya, ada pula bakteri yang tetap bergandengan setelah pembelahan, bakteri demikian merupakan bentuk koloni. Pada keadaan normal bakteri dapat mengadakan pembelahan setiap 20 menit sekali. Jika pembelahan berlangsung satu jam, maka akan dihasilkan delapan anakan sel. Tetapi pembelahan bakteri mempunyai faktor pembatas misalnya kekurangan makanan, suhu tidak sesuai, hasil eksresi yang meracuni bakteri, dan adanya organisme pemangsa bakteri. Jika hal ini tidak terjadi, maka bumi akan dipenuhi bakteri.

0 komentar:

Total Tayangan Laman

Loading...
Nikmati Pengetahuan Seputar Game,Musik,Video yang Tersentrik di Dunia. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Followers

Welcome,Respected People © 2013 Supported by Best Blogger Templates and Premium Blog Templates